Korpri Riau Komitmen Jalankan RESGO

Pekanbaru - Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Riau berkomitmen untuk menjalankan RESGO yang merupakan program hemat energi dari Dinas ESDM PRovinsi Riau. Hal ini dibuktikan dengan penandantangan komitmen pada saat rangkaian Apel HUT Korpri ke 45 di Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 29 November 2016.
Komitmen ini ditandatangani oleh Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman, Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Riau H. Kasiarudin dan Sekretaris Mulkan Syarif. Selain itu juga dibacakan pakta integritas sebagai komitmen hemat energi dikalangan pegawai pemerintah provinsi riau.
Penghematan energi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau merupakan amanat Peraturan Gubernur Riau No. 53 Tahun 2016 tentang Penghematan Energi dan Air pada Bangunan Gedung di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Dalam amanatnya, Gubernur Riau menginginkan anggota Korps Pegawai RepublikIndonesia (Korpri) Provinsi Riau membangun budaya bersih hati, tegak integritas dan kerja profesional terutama yang berkaitan dalam penghematan energi.[]

Tahun 2017, Dibangun 22 SPBU di Wilayah Terpencil Indonesia

Jakarta, Pemerintah akan memberlakukan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga mulai 1 Januari 2017 untuk jenis Premium, Solar dan Minyak Tanah. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pada tahun 2017, akan dibangun 22 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang disebar di wilayah terpencil di Indonesia oleh badan usaha yang mendapat penugasan menyediakan dan mendistribusikan BBM.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Rabu (23/11) di Kementerian ESDM, Jakarta.

Wirat menjelaskan, Pemerintah telah memiliki roadmap pembangunan fasilitas infrastruktur untuk BBM, termasuk di daerah terpencil. Pada tahun 2018, SPBU akan dibangun di 45 lokasi. Selanjutnya tahun 2019 dibangun di 29 lokasi dan tahun 2020 dibangun di 12 lokasi.

Pembangunan infrastruktur dilakukan oleh badan usaha yang mendapat penugasan menyediakan dan menyalurkan BBM, Sebagai contoh, apabila PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan, maka BUMN tersebut harus membangun infrastruktur penyalur.

Sementara itu terkait margin, tiap-tiap daerah berbeda-beda. Misalnya, untuk daerah terpencil yang volume penjualannya sedikit, marginnya lebih besar. Sedangkan untuk BBM di daerah yang volumenya besar, marginnya lebih kecil.

“Sehingga investor yang ingin bangun SPBU kecil, Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) juga dapat keekonomian yang cukup baik,” kata Wirat. (DK)

Sumber : migas.esdm.go.id

Resgo Tak Hanya Berhemat Tapi Untuk Merubah Pola Pikir

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau resmi mengeluarkan Peraturan Gubernur sebagai payung hukum dalam penerapan penghematan energi di kantor Pemerintah dengan program Riau Energy Saving Goverment Office (Resgo). Ini termaktub dalam Pergub 53 tahun 2016 tentang penghematan energi dan air pada bangunan atau Gedung Pemprov Riau.

"Jadi Pergubnya sudah ada sebagai payung dalam penerapan aplikasi Resgo itu, tujuannya untuk berhemat energi, jadi sudah bisa dijalankan,"ujar Kadis Energi Sumber Daya Mineral Syahrial Abdi, Ahad (20/11/16).

Menurut Syahrial, Pergub ini juga sebagai landasan kuat, agar seluruh Satker bisa merealisasikan di Satkernya masing-masing. Karena setiap satker juga akan menunjuk satu orang pegawai sebagai gugus tugas dalam memantau pemakaian energi Listrik di Datkernya.

"Semuanya juga sudah komit, seluruh Satker juga sudah menandatangani akan berhemat, jadi tidak ada alasan lagi tidak melakukan hemat,"ujar Syahrial.

Sebenarnya menurut Syahrial dalam Program Resgo yang diluncurkan Dinas ESDM ini tidak hanya semata-mata mengejar penghematan, melainkan untuk mengubah pola pikir Pegawai di Pemprov Riau selama ini yang terkesan tidak peduli dalam penghematan menggunakan energi Listrik dan sebagainya.

"Ending dari ini semuanya selain dapat penghematan juga membiasakan pegawai kita di Pemprov Riau menjadi peduli dan sadar pentingnya berhemat, sehingga semuanya bisa menularkan,"jelas Syahrial.

Sebagaimana diketahui, aplikasi untuk mengontrol penghematan ini adalah Riau Energy Saving Goverment Office (Resgo), bisa dilihat melalui android dalam aplikasi akan terpantau secara terintegrasi ke seluruh satker terkait kondisi pemakaian listrik di seluruh Satker. Sehingga jika masih terjadi pemborosan bisa langsung ditegur pimpinan.

"Saya rasa yang menegur adalah Pimpinan, karena dimanapun nanti pimpinan bisa melihat kondisi pemakaian arus dimasing-masing satker, misalnya AC nya terlalu boros dan listrik serta komputer nggak dimatikan, akan ketahuan semuanya," jelas Syahrial.(MC Riau/mtr)

Sumber : riau.go.id

Jumpai Menteri ESDM, Gubernur Andi Rachman Curhat Soal Pemadaman dan Pasokan Listrik di Riau

JAKARTA - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman malam ini mendadak sowan ke Kementerian ESDM di Jakarta. Andi sapaan Gubri langsung diterima Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Sekjen ESDM, Selasa (15/11/2016) malam. Andi datang secara khusus guna membahas berbagai persoalan, khususnya soal migas dan listrik di Riau. Apalagi dalam beberapa bulan terakir, masalah listrik di Riau masih terganjal berbagai persoalan yang mengakibatkan pemadaman disejumlah wilayah.

Sebelumnya Andi yang saat ini masih betah sendirian memimpin bumi Lancang Kuning sempat memmenyoroti kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, krisis listrik di wilayah ini dinilai semakin parah.

Gubernur Riau menilai, pemadaman listrik ini bahkan sempat mengganggu acara penyerahan bantuan untuk 5.000 pekerja rentan dalam Program Gerakan Nasional Perduli Pekerja Rentan, yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan dan PT Bank Riau-Kepulauan Riau, di Kota Pekanbaru, Sabtu (5/11/2016) yang lalu.

Padahal, saat itu banyak tamu penting yang hadir. Diantaranya Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Utama PT Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari, dan Pelaksana Tugas Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger.

Yang membuat Andi gerah, dimana ia sempat merasakan pada saat sedang memberikan sambutan. Saat itu listrik di Menara Bank Riau-Kepri mendadak padam selama sekitar 30 detik, sebelum akhirnya penyelenggara menggunakan mesin genset.

Meski listrik padam sebentar, namun suasana ruangan yang jadi gelap gulita telah membuat kegaduhan di tengah pengunjung. "Inilah kondisi listrik kita, makin parah mengganggu kerja kita, untuk itu malam ini kita mencoba sounding dengan pak Menteri," ujarnya. Diakuinya, saat ini kondisi kelistrikan Riau semakin parah karena pemadaman listrik yang makin sering terjadi, bahkan durasinya bisa mencapai 6-7 jam sehari, dan kerap tidak sesuai jadwal khususnya di Kota Pekanbaru.

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya gangguan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, yang baru pertama kalinya tidak berfungsi akibat kekurangan air di waduknya.

"Kekurangan (listrik) kita masih banyak, namun dua pembangkit malah tertunda. PLTA kita juga kering, ini baru pertama kalinya mesih terpaksa dimatikan karena tidak ada air untuk mendorong kerja (turbin)," kata Andi.

"Saat ini elektrifikasi di Riau masih sekitar 70 an persen dan harus ditingkatkan ke depan. Inilah yang kita bahas sama pak Jonan," pungkas Andi. ***

sumber : goriau.com
Templates Joomla 3.3 BIGtheme.net