Menteri Candra: Mari Bekerja Sama Membangun Negeri

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan tiga pilar kebijakan dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Kebijakan yang akan dilakukan adalah mengupayakan kebermanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat Indonesia. “Selain itu kita harus menjamin supply, ketersediaan, dan manfaatnya. Harus menjamin kepastian hukum kepada investor agar investasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” jelas menteri Candra saat bincang santai dengan Media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/7).

Dalam kesempatan ini Menteri Candra juga menyampaikan, dirinya menyadari bahwa banyak tantangan di sektor ESDM. “Saya dan tim sudah mengidentifikasi. Kelistrikan misalnya, merupakan program Presiden Joko Widodo. Sebagai pembantu presiden, saya akan mengamankan Program 35.000 MW. Kendala yang muncul akan kita benahi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Menteri Candra.

Saat ditanya rekan media mengenai pembenahan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Menteri Candra mengungkapkan bahwa akan segera mendefinisi ulang proses bisnis di sektor ESDM agar berjalan dengan transparan dan akuntabel.  “Kami juga ingin untuk mengubah mindset para stakeholders, pelaku bisnis dan regulator agar mau menerima teknologi baru sebagai solusi untuk meningkatkan produksi energi. Saat ini kita masih terpaku pada teknologi yang sudah ada. Kita juga perlu untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang kita miliki. Sebagai regulator, alangkah baiknya jika kita semua memiliki ilmu, kemampuan, dan pengalaman yang baik,” lanjutnya.

Sebagai contoh pemanfaatan teknologi baru, dirinya mengungkapkan bahwa masa depan sektor minyak dan gas ada pada teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Dengan teknologi ini, menurutnya, pengeboran minyak di lapangan yang ada dapat dimaksimalkan. "Cadangan baru yang besar sudah tidak ada, kita 'korek-korek' yang ada. Ada yang mengatakan di suatu lapangan minyak sudah habis, padahal sebenarnya masih ada sisa 50-60 persen. Dengan teknologi kita bisa menemukan sisa-sisa minyak itu dengan lebih ekonomis, dengan EOR," tuturnya.

Ke depan, dirinya juga mengajak rekan jurnalis untuk bersama-sama membangun persahabatan. “Jangan khianati persahabatan kita, selama masih saling percaya, saya akan membuka diri kepada Anda (wartawan) semua. Mari bekerja sama membangun negeri ini,” pungkasnya. (DKD)

Sumber : esdm.go.id

Dirjen EBTKE : Optimalisasi Pengembangan Panas Bumi

Pemerintah optimalisasi pemanfaatan pengembangan energi panas bumi. Ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi pemanasan global sebesar dua derajat sesuai komitmen Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP) 21 di Paris.

"Panas bumi targetnya sudah jelas, roadmap sudah jelas, SOP nya juga, on the track, jadi sudah bisa jalan sesuai rencana,"kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Rida Mulyana dalam Acara Rapat Koordinasi Pelelangan WKP Panas Bumi 2016 di Bandung, Senin malam, 25 Juli 2016.

Dia berharap tahun depan dapat lebih banyak lagi wilayah kerja panas bumi yang bisa dilelang. "Kalau tahun ini 8 WKP, kenapa tidak tahun depan 16 WKP,"tegas Rida.

Rida menjelaskan, guna mencapai target yang ditetapkan pihaknya telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga iklim investasi yang kondusif namun sayangnya saat ini ada pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab menentang kebijakan pemerintah, kendati demikian tidak membuat khawatir mengingat Presiden Joko Widodo juga telah menegaskan bahwa kebijakan dan diskresi tidak boleh dipidanakan.

"Ketika mengeluarkan kebijakan tetapi jika ada tekanan ditarik lagi maka akan diliatnya gamang dan plin plan, investor akan lari, kita jaga konsistensi dan etika berbirokrasi, bernegara, kalau keduanya tidak dipegang orang tidak akan percaya,"katanya.

Lebih jauh Rida memaparkan, upaya lain dari Pemerintah untuk memenuhi komitmen Paris yaitu mereformasi kebijakan subsidi. "Dihadapan Pak Wapres, Direktur Executive IEA Fatih Birol mengatakan dengan bangganya, Indonesia dianggap sukses dan menjadi role model negara - negara lain karena berhasil melakukan reformasi kebijakan subsidi,"pungkas dia.

Sumber : ebtke.esdm.go.id

Ini Konsep Menteri ESDM Archandra Tahar Bangun Kemandirian Energi Di Tanah Air

 

Untuk meningkatkan produksi energi, terdapat tiga hal penting yang diharapkan dapat dipenuhi di sektor energi, antara lain teknologi, sumber daya yang mumpuni, dan pembuatan proses yang akuntabel. Demikian disampaikan Archandra Tahar kepada wartawan yang mengerubutinya seusai dirinya dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said, di Istana Negara, Rabu (27/7) siang.

“Belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan produksi, salah satunya adalah kita harus menggunakan teknologi. Kunci dari peningkatan produksi, selain teknologi, juga proses yang akuntabel. Kemudian kita memerlukanhuman resourcesyang mumpuni,” jelas Archandra Tahar, yang termasuk salah satu menteri termuda dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 itu.

Archanda Tahar adalah salah satu kejutan yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, Rabu (27/7). Maklum, nama lelaki berusia 45 tahun asal Padang Pariaman yang sudah 20 tahun tinggal di Houston, Amerika Serikat itu, selama ini tidak pernah muncul dari bursa calon menteri yang akan masuk melalui gerbong reshuffle.

Archandra Tahar sendiri mengaku surprise karena sebelumnya tidak pernah bermimpi menduduki jabatan menteri. Kabar dirinya akan menjadi menteri juga baru diterima beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, Archandra mengaku, dalam beberapa kesempatan memang pernah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi, berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Indonesia terutama di bidangoil and gas.

“Dari diskusi tersebut, ada hal-hal yang mungkin bisa kita implementasikan, berdasarkan pengalaman apa yang saya peroleh di luar. Dari sisi itu, diskusi berlanjut, sampai akhirnya hari ini saya dilantik,” jelas Archandra Tahar.

Archandra Tahar sendiri dikenal sebagai ahli di bidang energi dan sumber daya mineral, yang memiliki beberapa paten yang bersifat internasional. Sebelumnya, Archandra Tahar bekerja di banyak perusahaan besar di Amerika Serikat dan tercatat sebagai profesional yang telah mempunyai level kelas dunia.

Kemandirian

Menurut Archandra Tahar, ke depan, yang perlu ditekankan di sektor ESDM adalah membangun kemandirian dari sisi energi, karena kebutuhan energi pada tahun-tahun depan akan sangat besar sekali.

“Sedangkan dari sisioil and gas,dimana setiap tahun kita lihat produksinya menurun. Kita perlu untuk meningkatkan produksi”, tambah Menteri ESDM.

Untuk membangun sektor industri energi, Archandra Tahar menjelaskan bekalnya adalahintegrity.“Kita memerlukan transparansi dari pengelolaan sektor energi. Yang namanya integritas dalam pengelolaan sumber daya alam ini diperlukan sehingga kita bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain, kalau kita bisa secara bangsa berintegritas dalam haldealingatau memutuskan sesuatu yang berkaitan denganpolicydi bidangoil and gas,”ujarnya.

Ditanya terkait tantangandeepwater explorationuntuk meningkatkan cadangan energi,Archandra Tahar menjelaskan bahwadeepwatermemanghigh risktapihigh reward. “Karenahigh risk, kita memerlukan sesuatupolicyyang agak berbeda, supaya investor kembali tertarik untuk mulai masuk ke daerah-daerah laut dalam,” kata Archandra Tahar.(RMI/ES)

Sumber : setkab.go.id

SUPEL Wujudkan Transparansi Dan Good Governance

Dalam rangka mewujudkan Good Governance dan upaya peningkatan pelayanan publik, Biro Keuangan Sekretariat Jenderal KESDM membangun Sistem Informasi Data Usulan Penyaluran PNBP SDA Minerba dan Panas Bumi (Supel). Sistem ini akan memberikan layanan informasi keuangan yang cepat, transparan, dan akuntabel terkait data usulan penyaluran penerimaan negara bukan pajak sumber daya alam mineral, batu bara, dan panas bumi kepada pemerintah daerah penghasil di seluruh Indonesia.

Peluncuran aplikasi Supel dilaksanakan pada Jumat (22/7) di Hotel Millenium, Jakarta, dengan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal KESDM, Inspektur Jenderal KESDM, pejabat Eselon II di lingkungan KESDM, dan perwakilan pemerintah daerah penghasil mineral, batu bara, dan panas bumi. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal KESDM, Erika Retnowati, kemudian diresmikan oleh Sekretaris Jenderal KESDM, Teguh Pamudji.

“Kementerian ESDM terus melakukan pembenahan terkait tugas pokok dan fungsinya. Peluncuran SUPEL merupakan bagian dari pembenahan ini”, ujar Teguh Pamudji.

Aplikasi Supel diharap mampu menggantikan proses perencanaan dan pelaporan yang selama ini dilaksanakan secara manual, dan memudahkan pemerintah daerah dalam mengakses data dari KESDM. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi SUPEL, praktik penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dapat dikurangi. (EVT)

Sumber : esdm.go.id

Templates Joomla 3.3 BIGtheme.net