Rela Tidak Libur, Menteri ESDM Apresiasi Pegawai PLN Dan Pertamina

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said memberikan apresiasi kepada pegawai PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) yang rela tidak libur demi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada ribuan pegawai PLN yang bersedia tidak libur karena ingin menjaga kenyamanan dari warga yang berlebaran dan berlibur,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said saat meninjau kesiapan pasokan listrik di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Gandul, Depok, Jawa Barat. Minggu (3/7).

Ribuan karyawan tersebut termasuk karyawan administrasi dalam posisi on call yang siap sedia jika diperlukan datang ke kantor, lanjut Sudirman.

Apresiasi yang sama juga sudirman sampaikan pada kunjungan lapangan selanjutnya di terminal BBM untuk mengecek kesiapan pasokan BBM menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. “ Saya datang kesini untuk memberi support kepada rekan rekan Pertamina yang dalam suasana libur ini tetap bekerja keras untuk memastikan pasokan BBM dan pasokan LPG tersedia dengan benar untuk masyarakat,”pungkas Sudirman.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak, kepada Gubernur Jawa Tengah, Bapak Kapoldi Jawa Barat, Bapak Kapolres yang terus memantau dan memberikan perhatian kepada teman-teman Pertamina sehingga seluruh pekerjaannya bisa berjalan dengan baik,” tutup Sudirman. (SF)

Sumber : esdm.go.id

Dinas ESDM Provinsi Riau Orientasi Ke PUSPICS UGM

Dalam rangka kegiatan ”Penerapan Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Dukungan Data dan Pemetaan di Provinsi Riau”, Bidang Data dan Informasi Dinas ESDM Provinsi Riau pada tanggal 1-3 Juni melaksanakan orientasi kegiatan ke PUSPICS (Centre For Remote Sensing and Geographical Informasi System) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai Pengelolaan Data Penginderaan Jauh yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya mineral.

PUSPICS merupakan bagian dari Jurusan Sains Informasi Geografis dan Pengembangan Wilayah (SIG PW) Kampus UGM. Secara lebih khusus, PUSPICS terbentuk dan dikelola oleh Kelompok Bidang Keahlian Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bidang Data dan Informasi Dinas ESDM Prov. Riau Delpi Tresna, SH, MH, dan Staf Seksi Pengolahan Data Anton Suprojo Hadiyanto, ST dan Zulkifli, ST.

Dalam kegiatan tersebut, tim ditemui Dr. Sigit Heru Murti, S.Si, M.Si (Sekretaris PUSPICS). Dalam penjelasannya, beliau menjelaskan berbagai citra satelit, pengolahan dan pemanfaatannya untuk pengembangan sumber daya mineral. Salah satu citra satelit yang dapat digunakan untuk bahan interpretasi/ekstraksi sumber daya mineral melalui teknologi penginderaan jauh yaitu Citra Landsat.

Citra ini mempunyai 8 band atau 8 chanel spektrum yang berasal dari sensor satelit. Selain itu citra ini dapat dimanfaatkan untuk : Deteksi Panas, Deteksi Areal Basah/Rawa/Perairan, Deteksi Gambut, Deteksi Hutan Bakau, Deteksi Tutupan Lahan, Deteksi Mineral, dll.

Melalui pengolahan citra yang memiliki 8 spektrum tersebut, untuk pemanfaatan penggalian potensi sumber daya mineral dapat dilakukan penelitian tentang : Identifikasi Bahan Tambang, Identifikasi Cekungan Air tanah, Identifikasi/Pengenalan Jenis Mineral, dan Identifikasi Sebaran Batubara.

Untuk penelitian yang lebih akurat, maka interpretasi citra sebaiknya selalu diikuti dengan ground check, yaitu melakukan pengambilan sample di lapangan, baik melalui grab sample maupun pemboran inti. Dengan demikian maka penelitian yang memiliki data pemboran yang terbatas, dapat menjangkau luasan yang sangat besar dengan bantuan interpretasi citra satelite. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat menghemat waktu dan biaya survey/eksplorasi.

Citra Satelite Landsat memiliki ukuran file yang besar, sehingga tentu saja memerlukan spesifikasi komputer yang baik/handal baik dari segi hardware seperti processor dan kapasitas memori maupun software seperti Er Mapper dan ERDAS.[] 

Galeri Foto dapat dilihat disini.

Sekurangnya 18 Perda Terkait ESDM Di Riau Masuk Daftar 3143 Perda Batal

PEKANBARU - Setelah sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Pusat membatalkan sebanyak 3143 Perda, akhirnya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis daftar Perda tersebut.

Dari pengamatan sejauh ini tidak kurang dari 85 Perda Kab/Kota di Provinsi Riau yang ikut dibatalkan. Dari jumlah 85 Perda tersebut setidaknya terdapat 18 Perda yang terkait dengan Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Semua Perda tersebut dibatalkan karena oleh Pemerintah Pusat dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan memperpanjang jalur birokrasi, menghambat proses perizinan dan investasi, menghambat kemudahan berusaha, dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Untuk daftar semua Perda yang dibatalkan bisa diunduh disini yang didapat dari situs resmi Kemendagri yaitu http://kemendagri.go.id.[]

Pembangunan Kelistrikan, Presiden Jokowi: Prioritaskan Daerah Yang Masih Kurang Pasokan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, agar dalam daerah-daerah yang masih kurang pasokanya diberikan prioritas dalam pembangunan kelistrikan, baik lewat percepatan dengan mobile power plant maupun lewat kapal, sehingga keluhan dari masyarakat bisa diatasi. 

Presiden mengaku sudah melihat kondisi lapangan mengenai infrastruktur kelistrikan di beberapa provinsi, seperti di Bangka Belitung, di Aceh, di Kalimantan Barat, di Gorontalo, di NTB, di Bali. 

“Dari kunjungan itu saya ingin sekali menekankan sekali lagi bahwa untuk kelistrikan berikan prioritas pada daerah-daerah yang masih kurang pasokannya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas yang membahas tentang percepatan penyelesaian program pembangunan infrastruktur kelistrikan 35.000 MW dan Penerapan Subsidi Listrik Tahun 2016, di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6) siang. 

Untuk daerah-daerah yang sudah tercukupi meskipun juga masih sedikit, Presiden minta untuk dikalkulasi lagi untuk melihat laju pertumbuhan ekonominya, untuk melihat kebutuhan-kebutuhan yang ada dan juga permintaan-permintaan, baik dari masyarakat, dari industri yang perlu diantisipasi ke depan. 

“Kemudian untuk yang daerah yang kemungkinan sudah ada yang berlebih, arahkan, kita mulai untuk penggunaan konversi ke energi baru terbarukan,” tutur Presiden Jokowi. 

Dalam kesempatan itu Presiden juga menyoroti banyaknya proyek-proyek yang berhenti, proyek-proyek pembangkit listrik yang mangkrak, yang menurut hitungannya sudah mencapai dan 30 – 34 lokasi.

“Sekali lagi ini adalah uang yang sangat besar sekali, uang yang sangat banyak sekali, triliunan, ini juga agar segera diselesaikan,” kata Presiden seraya menunjuk contoh di Kalimantan Barat, yang sudah berhenti 7 – 8 tahun, dan telah menghabiskan anggaran Rp 1,5 triliun. Demikian juga di Gorontalo, sudah dibangun sejak 2007, 2 X 25 juga baru 47 % sudah berhenti.

Terhadap proyek-proyek tersebut, menurut Presiden, tentu saja perlu sebuah keputusan dilanjutkan atau dibiarkan. “Ini sekali lagi ini uang negara, ini aset-aset kita. Kalau diteruskan tentu saja harus ada sebuah cut out terlebih dahulu sehingga perhitungannya menjadi jelas,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden meminta Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk kejelasan ini dicek, sehingga nanti kita memutuskan ke depan itu menjadi jelas, sudah berapa yang habis disitu, kemudian akan apa itu bisa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Geothermal saya kira berikan prioritas, yang hydro berikan prioritas, yang micro hydro berikan prioritas, karena disitu sebetulnya kita akan mendapatkan sebuah kapasitas yang cukup besar untuk kita jadikan sebuah potensi pembangunan pembangkit listrik,” tutur Presiden. 

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Dirut PLN Sofyan Basyir. (DNA/FID/JAY/ES)

Sumber : setkab.go.id

Templates Joomla 3.3 BIGtheme.net