15 Ribu Pekerja Sektor Migas Di Riau Belum Tersertifikasi

PEKANBARU - Sebanyak 15.000 orang yang bekerja pada perusahaan pengeboran minyak dan gas (migas) di Provinsi Riau belum memiliki sertifikasi kompetensi. Ini tentunya berbanding terbalik dengan kontribusi Provinsi Riau setelah puluhan tahun berkontribusi penting dalam sektor migas, namun tidak diimbangi dengan program peningkatan kemampuan. "Untuk saat ini, ada 13 jenis profesi yang harus disertifikasi. Data terakhir yang kami miliki, ada sekitar 15ribu pekerja yang belum tersertifikasi. Sedangkan jumlah yang sudah ikut program sertifikasi baru sepuluh persen dari jumlah yang belum,"ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Rasidin Siregar di ruang kerja Gubernur Riau, Rabu (21/9/2016). Dijelaskan Rasidin, belum tersertifikasinya para pekerja ini diakibatkan oleh proses panjang antrian untuk mengikuti sertifikasi. "Di Indonesia cuma ada satu tempat untuk melakukan sertifikasi, yaitu di Cepu, Jawa Tengah. Bukan mudah untuk ikut itu, selain jauh juga harus mengantri," tuturnya lagi. Menanggapi persoalan ini, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menggelar pertemuan dengan Direktur SPR Nasir Day, Asosiasi Perusahaan Pengeboran Minyak Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI) , Asisten II setdaprov Riau Masperi, Kadisnakertrans Riau Rasidin Siregar dan Kadistamben Riau Syahrial Abdi.(MC Riau/rat)

Riau Jalin Kerjasama Dengan APPMI Kelola Minyak

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau akan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Pengeboran Minyak Indonesia (APPMI). Kepala Dinas Pertamangan dan Energi Sumber Daya Mineral, Syahrial Abdi mengatakan, kerjasama ini lebih kepada pengelolaan sertifikasi tenaga kerja Migas yang ada di Riau. "Selama ini kan kalau mau sertifikasi harus ke Cepu, Jawa Barat. Jadi kalau sertifikasinya ada disini, tidak repot banyak habiskan uang untuk ke luar daerah," ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/9/16). Dia menambahkan pihaknya sudah duduk bersama dengan pihak APPMI dan merumuskan bentuk kerjasama tersebut. Langkah ini dilakukan mengingat tingkat tenaga kerja Migas di Riau sangat tinggi. Upaya bekerjasama dalam sertifikasi ini diharapkan bisa memberi kemudahan bagi tenaga kerja disektor Migas untuk mendapatkan kompetensi layak dibidang pekerjaannya. "Hasilnya sekarang tinggal menunggu Pak Gubenur," sambungnya. Sistem pengelolaannya, pemerintah akan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau, seperti SPR Langgak. Namun demikian hingga saat ini belum diputuskan badan usaha mana yang akan mengambil pengelolaan untuk sertifikasi tenaga kerja sektor Migas tersebut. (MC Riau/mtr) Sumber : www.riau.go.id

Panas Bumi, Pengembangan EBT Yang Paling Menjanjikan

JAKARTA – Pengembangan energy baru terbarukan (EBT) saat ini sedang digalakkan Pemerintah. Dari beberapa pengembangan pemanfaatan ebt yang paling menyakinkan saat ini menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana adalah panas bumi, karena menurut Rida progress pengembangannya sudah jelas dan pergerakkannya sesuai timeline yang sudah ditetapkan. “Pengembangan ebt yang sangat menyakinkan adalah panas bumi, hanya saja karena karena outputnya memerlukan waktu yang lebih lama misalkan pengembangannya dimulai saat ini dan tujuh tahun kemudian baru jadi listrik maka orang mengiranya diam ditempat,” kata Rida Mulyana saat temu wartawan, Rabu (21/9). Padahal lanjut Rida, tahun ini saja tahun ini progress yang akan dicapai sebesar 215 MW, artinya itu hasil pengembangan 6 atau 7 tahun yang lalu yang baru dirasakan sekarang yang kita kontrol dan pantau perkembangannya untuk tetap on the track. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar didunia, meski saat ini pemanfaatanya masih sedikit namun pemerintah akan terus mengupayakan pemanfaatannya secara maksimal. “Pengembangan panas bumi saat ini sudah tidak ada yang “mangkrak” atau dicabut izinnya. Pemanfaatan geothermal terus meningkat dan kita mempunyai target pada tahun 2025 akan menambah 7.200 MW dan itu terus kita kawal,” jelas Rida. “Kita akan menjadi the biggest in the world dalam pemanfaatan panas bumi pada tahun 2025. Saat ini kita peringkat ketiga dalam pemanfaatan panas bumi setelah Amerika dan Philipina,” tambah Rida. (SF) sumber : esdm.go.id

BIOGAS: Mengolah Limbah Jadi Berkah Turning Waste into Benefit

Teknologi biogas sudah dikenal di Indonesia sejak beberapa dekade yang lalu. Namun demikian pertumbuhan dan penggunaannya belum dapat dikatakan mencapai tahapan yang ideal. Program Biogas Rumah (BIRU) yang dicetuskan pada tahun 2009 oleh Hivos dan dijalankan oleh Yayasan Rumah Energi (YRE) dengan bantuan donor dari dalam dan luar negeri telah membantu memasyarakatkan teknologi biogas pada masyarakat di 10 provinsi di Indonesia. Hingga Juni 2015, lebih dari 15.000 reaktor biogas yang dibangun oleh program BIRU sudah memberikan alasan bagi banyak orang untuk tersenyum karena berbagai hal positif yang didapatkan: Energi gratis dalam bentuk gas untuk memasak dan pencahayaan, rumah dan lingkungan yang bersih dari limbah dan kotoran, dan bertambahnya pemasukan dari pembangunan reaktor biogas itu sendiri dan pemanfaatan bio-slurryhasil dari ampas biogas. Buku ini mengingatkan kepada kita bahwa energi terbarukan dalam bentuk biogas tidak hanya penting bagi masyarakat dari sisi ekonomi, namun juga strategis bagi isu-isu yang berhubungan dengan lingkungan dan diversifikasi penggunaan bahan bakar secara keseluruhan. sumber : ebtke.esdm.go.id
Templates Joomla 3.3 BIGtheme.net