Gunakan LPG Untuk Melaut, Nelayan Hemat 50 Persen

Nelayan kecil di Tuban, Jawa Timur, sangat gembira memperoleh bantuan konverter kit dan 2 tabung LPG 3 kg dari Pemerintah, sebagai bagian dari diversifikasi energi dan peningkatan pemanfaatan bahan bakar gas. Dengan menggunakan LPG, para nelayan dapat berhemat 50%.

Mewakili Pemerintah Daerah Tuban dan para nelayan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, Sunarto, Jumat (23/9), mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah dengan pemberian konverter kit kepada 330 nelayan di daerahnya. Dikatakan, para nelayan telah melakukan uji coba menggunakan konverter kit dan LPG 3 kg dan hasilnya, mereka mampu menghemat biaya bahan bakar kurang lebih 50%. "Menekan cost-nya hampir 1 banding 2, bisa dibilang mereka menghemat kurang lebih 50% dalam pembelian bahan bakar saat melaut," kata Sunarto.

Lebih lanjut Sunarto mengusulkan agar seluruh nelayan kecil di Tuban mendapatkan konverter kit ini. "Saya mewakili teman-teman nelayan berharap agar semua nelayan yg ada di Tuban ini, yang kurang lebih sekitar 1000 nelayan kecil bisa mendapatkannya, " ujarnya.

Sesditjen Kementerian ESDM Susyanto yang hadir dalam penyerahan konverter kit kepada nelayan Tuban mengatakan, untuk ke depan, Pemerintah akan secara masif membagikan konverter kit untuk nelayan di seluruh Indonesia. "Tentu yang disampaikan Bapak Kepala Dinas akan menjadi evaluasi kita bersama. Nantinya giliran kembali ke Tuban, semoga tidak lama lagi. Kami akan programkan untuk yang lain, untuk nelayan kecil yang belum mendapatkan konverter kit di wilayah Tuban," tambah Susyanto.

Pembagian konverter kit untuk nelayan di Tuban berlangsung dari tanggal 16 hingga 26 September 2016. Paket yang terdiri dari konverter kit dan 2 tabung LPG 3 kg ini, diberikan kepada 330 nelayan yang memiliki perahu dengan kapasitas di bawah 5 GT. Nelayan penerima berasal dari Kecamatan Palang, Tuban dan Jenu.

Selain Tuban dan Cirebon, tahun ini Pemerintah membagikan konverter kit kepada nelayan di daerah lain seperti Jakarta, Cilacap dan Sukabumi. Total konverter kit yang dibagikan adalah 5.473 unit. Sedangkan untuk tahun 2017, direncanakan akan dibagikan konverter kit sebanyak 28.400 unit. (DK)

Sumber : migas.esdm.go.id

Wakil Presiden Republik Indonesia Canangkan Program PLTU Nasional

Bersamaan dengan Acara Seminar Dan Pameran Hari Listrik Nasional ke-71 hari ini. Rabu (28/9). Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla didampingi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno dan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan serta Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Bashir meluncurkan Program PLTU Nasional.

Program PLTU Nasional merupakan program peningkatan tingkat kandungan local komponen dalam negeri di sektor ketengalistrikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas kurang dari 100 MW. “Yang 100 MW diharapkan itu sebanyak mungkin diproduksi di dalam negeri. Dan 100 MW kebawah ini perlu dibangun di Jawa dan Sumatera,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman usai mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mencanangkan Program PLTU Nasional hari ini. Rabu (28/9).

Jarman mengharapkan dengan pencanangan program ini maka penyerapan komponen dalam negeri di sektor pembangkit ketenagalisktrikan dapat lebih maksimal. “Perusahaan nasional saat inikan sudah mampu memproduksi boiler lalu turbin juga sudah mulai lalu komponen-komponen lain juga sudah di produksi di dalam negeri jadi diharapkan seluruhnya dapat di produksi di dalam negeri semua,” harap Jarman.

Pamerintah akan mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sektor ESDM baik kelistrikan, minyak dan dan gas serta mineral dan batubara. Peningkatan TKDN diharapakan akan menggairahkan industri dalam negeri yang pada akhirnya akan meningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia.PT PLN (Persero) telah menyiapkan strategi untuk mempermudah konten lokal pada pembangkit-pembangkit listrik dan PLN siap memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mengembangkan pembangkit listrik seperti kemudahan mengikuti tender selanjutnya.

Saat ini sedikitnya terdapat 201 unit PLTU skala kecil dan menengah yang terdiri dari 30 unit PLTU 100 MW, 37 Unit PLTU 50 MW, 37 Unit PLTU 25 MW dan 72 Unit PLTU dibawah 25 MW dengan kapasitas total 6.550 MW. Pembangunan PLTU skala kecil dan menengah ini membutuhkan dana investasi lebih dari Rp 150 Trilyun.

Berdasarkan data yang dimiliki PLN yang mengacu pada kementerian perindustrian terkait kemampuan pabrikan dan kontraktor dalam negeri, hampir seluruh komponen pembangkit tersebut dapat dibuat dalam negeri, hanya beberapa komponen yang masih harus di impor yaitu generator dan turbin. Bila 50 % dari pembangkit skala menengah dan kecil tersebut dibuat di dalam negeri, secara langsung akan menghidupkan lebih dari 14 perusahaan BUMN Strategis yang sebelumnya memiliki utilitas rendah dan lebih dari 190 perusahaan swasta. (SF)

Sumber : esdm.go.id

PVMBG, Sumber Resmi Aktivitas Gunungapi Di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi Kementerian ESDM, melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memiliki tugas untuk memantau dan memonitor aktifitas gunungapi diseluruh di Indonesia, termasuk aktifitas vulkanik Gunungapi Rinjani di Pulau Lombok yang dipantau secara terus menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani di Desa Sembalun. Pemantauan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi jumlah korban bencana akibat aktifitas vulkanik Gunungapi Rinjani. Hasil pemantauan yang dilaporkan ke PVMBG digunakan sebagai dasar untuk menentukan tingkat aktivitas gunungapi dan rekomendasi mitigasi bencananya sebagaimana tercantum dalam SOP penetapan status aktivitas gunungapi. Hal yang sama juga dilakukan oleh pos-pos gunungapi lainnya di Indonesia. Peningkatan dan perubahan status atau tingkat aktivitas gunungapi yang signifikan selalu dicatat dan dilaporkan ke BNPB, Gubernur, dan Bupati. Laporan dan informasi resmi juga dapat dilihat dalam website PVMBG Badan Geologi (http://vsi.esdm.go.id). Mengenai kondisi para wisatawan yang biasanya memang cukup banyak mengunjungi Kaldera Rinjani (di dalamnya terletak Danau Segara Anak dan Gunung Barujari). Sebelum letusan, sebanyak 389 wisatawan baik mancanegara maupun domestik termasuk penduduk lokal mengunjungi Danau Segara Anak. PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani selalu berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Rinjani sebagai bentuk peringatan dini dalam menjaga keselamatan wisatawan dari ancaman bencana letusan Rinjani, diantaranya yaitu dalam Status Normal pihak PVMBG-Badan Geologi sudah merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki seluruh kawasan di tubuh Gunung Barujari yaitu dalam radius 1.5 km, karena kondisi di Gunung Barujari yang masih belum stabil pasca erupsi 2015 baik oleh karena endapan lava hasil erupsi sebelumnya yang masih panas dan belum memadat maupun oleh adanya ancaman letusan pendek (transien) yang dapat terjadi setiap saat dengan gejala mendahului yang sangat singkat. Berdasarkan laporan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kepada kepala Biro Humas kementerian KLH tgl 28 September 2016 diperoleh informasi bahwa kondisi para wisatawan beserta porter/guide semua dalam keadaan aman karena ancaman bahaya yang dapat membahayakan jiwa secara langsung terlokalisasi hanya di tubuh Gunung Barujari (radius 1.5 km). Sementara itu lokasi Camping Ground berada di radius lebih dari 2 km di sebelah Timurlaut Puncak Barujari. Puncak G. Rinjani yang juga kerap menjadi tujuan kunjungan para wisatawan letaknya berada sekitar 3.8 km di sebelah Timur Puncak Barujari. Oleh karena itu, PVMBG mengharapkan bahwa setiap pemberitaan mengenai letusan Gunungapi Rinjani maupun gunungapi lainnya di Indonesia perlu diklarifikasi melalui informasi resmi yang dikeluarkan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani maupun PVMBG-Badan Geologi. Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi - BADAN GEOLOGI KEMENTERIAN ESDM Sumber : esdm.go.id

FINALISASI PENGALIHAN P3D URUSAN PEMERINTAH BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROPINSI RIAU

Berkaitan dengan Pengalihan P3D Urusan Pemerintahan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau, maka pada hari Rabu, 21 September 2016 telah diselenggarakan rapat finalisasi Penyusunan P3D Dinas ESDM Provinsi Riau yang melibatkan seluruh kepala Dinas Pertambangan dan Energi dan ESDM se-Provinsi Riau yang di pimpin oleh Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Riau, Marradona, S.STP,M.Si . Rapat tersebut diadakan di Ruang Aula Kantor Dinas ESDM Provinsi Riau . Materi yang dibahas meliputi, jumlah personil yang akan dipindahkan dari Kab/Kota ke Provinsi Riau baik Teknis maupun Non Teknis, Pendanaan yang telah disediakan, juga membahas tentang Dokumen IUP yang harus diserahkan Gubernur.
Templates Joomla 3.3 BIGtheme.net